Rabu, 21 Oktober 2009

overriding

Berbeda dengan overloading. Kalo overloading, kita boleh menuliskan method yang sama namun dengan jumlah parameter yang berbeda dan nilai kembalian harus sama. Nah, kalau overriding konsepnya sama dengan overloading yaitu menulis kembali method. Namun, caranya overriding menulis kembali method sama persis. Sama mulai dari nama method dan isinya dan mengimplementasi kembali di sub classnya. Overriding dipakai saat kita menggunakan method yang sama tapi berbeda implementasinya. Jadi overriding method mempunyai nama method yang sama, jumlah parameter dan tipe parameter serta nilai kembalian (return) method yang di override. Jika method memiliki modifier akses public, method overridenya juga harus public.

Contoh:

class Kendaraan {
..............
public String getJenis() {
System.out.println(“Harga BBM turun”);
}
}
class Motor extends Kendaraan {
..............
public String getJenis() {
System.out.println(“Harga BBM premium 4000 rupiah”);
}
}

NB:

* class motor mengextends class kendaraan
* class motor melakukan override method di kendaraan namun berbeda implementasi

Kesimpulan:

* Override method merupakan method yang sama persis dengan method yang sudah ada di super kelasnya, biasanya perbedaannya adalah pada implementasi (program body)
* Overidding tidak bisa dilakukan dalam kelas itu sendiri
* Jadi Overidding kerat kaitannya dengan inheritance (pewarisan)

Contoh lain:

class Lingkaran {
double r;

Lingkaran(double r) {
this.r = r;
}
double Luas() {
return Math.PI*this.r*this.r;
}
double Luas(double r) {
this.r = r;
return Math.PI*this.r*this.r;
}
}
class Tabung extends Lingkaran {
double h;

Tabung() {
//konstruktor kelas turunan, ada super() dan diisi nilai awal
super(0);
}
double Luas(double r) {
//overriding (method and parameter sama)
this.r = r;
return Math.PI * this.r * this.r * this.h;
}
}

NB:

* Class lingkaran melakukan overloading method Luas (beda signature)
* Class tabung mengextends class lingkaran
* Class tabung meng-override method Luas hasil dari overload. Jadi kita juga biosa mengoverride method hasil overloading juga

Keyword Abstract

Kelas abstract hanya berisi deklarasi method tapi tanpa mendefinisikan. Definisi method didefinisikan di sub classnya dan class abstract tidak bisa digunakan untuk membuat objek. Jadi class abstract mendefinisikan method-method atau variabel yang akan dibutuhkan sub-sub classnya (lebih dari 1 sub class).

Contoh

abstract class Bangun {
//class abstract
public abstract double Luas();//method abstract
}

Kesimpulan:

* Kelas abstract adalah kelas yang memakai modifier abstract
* Di dalam kelas abstract bisa berisi variabel anggota maupun method abstract maupun kongkrit
* Jika di dalam suatu kelas terdapat minimal 1 saja method abstract, maka kelas tersebut harus atau pasti abstract
* Kelas abstract tidak bisa diinstansiasi, hanya bisa diextends

Contoh lain (dengam implementasinya):

// KotaWisata.java
public abstract class KotaWisata {
String objekWisata;
public abstract Jalan();
}

//Liburan.java
class Jogja extends KotaWisata {
public Jogja (String objekWisata) {
this. objekWisata = objekWisata;
}
public void Jalan() {
System.out.println(“di jogja objek wisatanya itu candi ” + this.objekWisata)
}
}
class Jakarta extends KotaWisata {
public Jakarta (String objekWisata) {
this. objekWisata = objekWisata;
}
public void Jalan() {
System.out.println(“di jakarta objek wisata yang terkenal itu ” + this.objekWisata)
}
}
class Liburan {
public static void main(String [] args) {
Jogja jgj = new Jogja(“Prambanan”);
jgj.Jalan();
Jakarta jkt = new Jakarta(“Monas”);
Jkt.Jalan();
}
}

Outputnya:
di jogja objek wisatanya itu candi Prambanan
di jakarta objek wisata yang terkenal itu Monas

Interface

About interface:

* Interface adalah kumpulan method-method tanpa implementasi bahkan tidak boleh mempunyai body >> {} >> abstract
* Tujuan dibuat interface adalah untuk memaksa kelas-kelas yang mengimplementasikan interface tersebut melakukan overide method abstrak milik interface
* Interface adalah semacam kelas abstract tetapi hanya boleh mempunyai anggota method abstract dan variabel konstan
* Walaupun tidak dideklarasikan sebagai public abstract, interface selalu public abstract
* Interface hanya dapat mendeinisikan konstanta
* Interface biasa digunakan untuk standarasiasi method atau konstanta
* Class yang mengextends interface dipaksa untuk mengoverride semua method dan definisi konstanta pada interface
* Modifier yang digunakan hanya public atau tidak sama sekali. Jika tidak menggunakan modifier maka interface tersebut hanya dapat diakses dalam package yang sama
* Semua method yang diimplemetasikan harus public
* Jika kita tidak mengimplementasikan semua method yang ada pada interface, maka class tersebut harus dideklarasikan sebagai abstract class

Bentuk umum pendeklarasian interface:

interface {
// method tanpa definisi
// definisi konstanta
}

Contoh:

interface Motor {
int BBM = 4500;
void starting();
void stopping();
}

NB:

* Secara eksplisit tanpa menuliskannya sebenarnya int BBM sudah mempunyai penentu public static final. Jadi tidak usah dituliskan
* Secara eksplisit tanpa menuliskannya sebenarnya method strating dan stopinh sudah mempunyai penentu public abstract. Jadi tidak usah dituliskan

Interfacepun juga bisa diwariskan

Contoh:

interface Motor {
int BBM = 4500;
public void starting();
public void stopping();
}
interface motorGede extends Motor{
int harga = 20000000;
public void service();
}

Penggunaan interface dengan keyword implements.

// Testing.java
interface HargaBBM {
int harga = 4500;
public void cetak();
}
class Berita implements hargaBBM() {
private int hargaNOW = 5000;
public void cetak() {
if (this.hargaNOW == harga) {
System.out.println(“Harga tetap”);
}
else {
System.out.println(“Harga naik, DEMO!!!”);
}
}
}
class Testing {
public static void main (String [] args) {
Berita news = new Berita();
News.cetak();
}
}

Polimorfisme

Polimorfisme bias diartikan seperti kemampuan suatu variable untuk mengubah perangai sesuai dengan objek hasil instansiasi yang digunakan. Polimorfisme membiarkan lebih dari 1 objek dari sub class – sub class dan diperlakukan sebagai objek dari super class tunggal

Contoh:

Mahasiswa cowok = new anakSI();
cowok.methodKU(“Bernaz”);

Mahasiswa cewek = new anakTI();
cewek.mothodKU(“Amelia”);

Outputnya:

* Methodku dengan parameter dengan nilai Bernaz di class anakSI telah dipanggil
* Methodku dengan parameter dengan nilai Amelia di class anakTI telah dipanggil

Masih terasa membingungkan. Prinsipnya hampir sama dengan interface, yaitu memaksa sub classnya untuk mengoverride method-methodnya. Polimorfisme juga bias dijabarkan sifat khusus dari JAVA dimana kita dapat secara otomatis memakai method yang tetap untuk semua objek tanpa memerhatikan asal dari objek sub class. Dan dengan polimorfisme kita dapat menggunakan objek dalam banyak operasi namun prosesnya bias jadi berbeda-beda

Contoh lain:

class SepakBola {
public void showoff() {
System.out.println(“Menangkan pertandingan”)
}
}
class Penyerang extends SepakBola {
public void showoff() {
System.out.println(“Cetak GOL”);
}
}
class Bek extends SepakBola {
public void showoff() {
System.out.println(“Jangan sampai GOL”);
}
}
class Kiper extends SepakBola {
public void showoff() {
System.out.println(“Jaga gawang”);
}
}
public class Tendangan {
public static void main (String[] args) {
SepakBola SB = new SepakBola();
Penyerang P = new Penyerang();
Bek B = new Bek();
Kiper K = new Kiper()

SB.showoff();

SB = P;
SB.showoff();
SB = B;
SB.showoff();
SB = K;
SB.showoff();
}
}

Package and import

Package yang artinya paket biasa digunakan dalam pengorganisasian data. Memang itulah fungsi utamanya, yaitu mengorganisasikan class-class agar mudah diakses dan terorganisir. Biasa disebut juga dengan grouping.

Keuntungan membuat package atau grouping (from JEDI):

* Kamu dan programmer lainnya dapat dengan mudah menentukan class-class dan interface-interface yang berelasi
* Kamu dan programmer lainnya dapat mengetahui dimana untuk mencari class-class dan interface-interface yang dapat menyediakan fungsi grafis yang direlasikan
* Nama class dan interfacemu tidak akan mengalami konflik dengan nama-nama di paket lainnya, karena paket membuat tempat nama yang baru
* Kamu dapat membiarkan class-class di dalam paket untuk mempunyai akses tak terlarang untuk salah satu yang lain selama larangan akses untuk tipe-tipe diluar paket

Dalam penulisan paket. Harus dituliskan di baris program yang pertama.

Agar bisa diakses dari tempat lain caranya:

* class yang akan digunakan ditempat lain harus dibuat package dibaris pertama diberi deklarasi package

package ;

contoh:

package ProgramJAVAku;

* program atau class yang akan memakai class tersebut harus melakukan import dibaris ke-2 klo ada package, pertama klo ga ada package diberi deklarasi import

import .;

contoh:

import ProgramJAVAku.Mahasiswa;

NB: class Mahasiswa (programnya) disimpan di folder bernama ProgamJAVAku

atau

*

import .*;

contoh:

import ProgramJAVAku.*;

* OS diberi tahu dengan cara mengisi variabel lingkungan classpath dengan alamat folder tempat paket-paket yang akan diimport

Contoh penggunaan package (dengan implementasinya):

class main di drive D:\Programku
class yang diakses ada di C:\Javaku\Bernaz

Bilangan.java di simpan di di C:\Javaku\Bernaz

package Bernaz;
public class Bilangan {
private int desimal;
public void setDesimal(int desimal) {
if(desimal>=0) {
this.desimal = desimal;
}
else {
this.desimal = -desimal;
}
}
public int getDesimal() {
return this.desimal;
}
public String biner() {
String hasil="";
int sisa = this.desimal;
do {
hasil = sisa % 2 == 1 ? "1" + hasil : "0" + hasil ;
sisa /= 2;
}
while (sisa > 0);
return hasil;
}
}

Utama.java disimpan di D:\Programku

import Bernaz.Bilangan;
class Utama {
public static void main(String[] args) {
Bilangan x = new Bilangan();
x.setDesimal(-44);
System.out.println("Bilangan biner dari "+ x.getDesimal() + " adalah "+ x.biner());
}
}

Jangan lupa set variabel pathna. Buat new classPath addresna diisi class yang akan diakses (C:\Javaku;.). Jangan lupa konstruktor dan methods pada class yang akan diakses harus public. Semua konstruktor dan methods pada class yang akan diakses harus public. Public baru terasa jika ada komunikasi pada paket yang berbeda-beda.

Try Catch

Try Catch ini adalah salah satu fitur dari Java untuk menangkap eksepsi atau kesalahan. Ya mungkin kita sering melakukan kesalahan dalam membuat program. Nah, dengan menggunakan Try Catch ini kita bisa menangkap kesalahan itu.

Eksespsi bisa berupa kesalahan penulisan kode, kesalahan saat menjalankan method dan sebagainya.

Bentuk umum Try Catch

try {
;
}
catch() {
;
}
finally {
;
}

Di blok program di dalam Try itu adalah program yang akan dijalankan dan akan ditangkap eksepsinya jika terjadi kesalahan. Dan yang di blok catch adalah blok yang dijalankan jka terjadi eksepsi, jadi pesan kesalahannya di dalam catch ini. Biasanya berupa statement. Finally sebenarnya hanya pelengkap saja dan jarang digunakan. Ini bisa dibayangkan sebagai footer, yaitu akan keluar di akhir atau dijalankan di akhir. Mungkin akan lebih jelas dengan contoh di bawah ini:

class Coba {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("star program\n");
try{
System.out.println(10/0);
}
catch(Throwable b) {
System.err.println("terjad kesalahan >> "+b.getMessage());
}
finally {
System.out.println("Pembagian nol\n");
}
System.out.println("end of program");
}
}

Outputnya

start program

terjadi kesalahan >> / by zero

pembagian nol

end of program

NB:

* Program dibaca dari atas, mencetak start program terlebih dulu setelah itu baru masuk try
* Di blok program try terjadi kesalahan. Kesalahannya, bilangan berapapun jika dibagi nol itu tidak bisa atau tidak terdefinisi.
* Blok catch mencetak kesalahannya. Catch mempunyai parameter b yang berkelas Throwable. Throwable adalah kelas yang ada di package java.lang yang menangani eksepsi dan merupakan turunan dari kelas objek (kelas tertinggi di JAVA). Dan perlu diketahui blok ini akan dijalankan jika terjadi eksepsi saja.
* System.err.println untuk mencetak kesalahan dan getMessage() adalah method untuk menampilkan kesalahan yang terjadi.
* Blok finally itu bisa dikatakan seperti footer, jadi akan dijalankan di bagian terakhir saja dan akan tetap dijalankan walaupun tidak terjadi kesalahan atau eksepsi sekalipun
* Setelah selesai akan keluar dari Try Catch dan mencetak end of program.

Latihan Inheritance (pewarisan)

Latihan berikut untuk mengenalkan konsep dari inheritance yaitu suatu class dapat mewariskan atibut dan method kepada claas lain (subclass)

berikut kita analisis source code berikut:

Sepeda.java (class tertinggi atau superclass)

class Sepeda{

//mendeklarasikan variabel

int kecepatan = 0;
int gir = 0;

//membuat method ubahGir dan parameter pertambahanGir yang bertipe integer
void ubahGir(int pertambahanGir) {

gir= gir+ pertambahanGir;
System.out.println(”Gir:” + gir);

}

//membuat method tambahKecepatan dan parameter pertambahanKecepatan yang bertipe integer
void tambahKecepatan(int pertambahanKecepatan) {

kecepatan = kecepatan+ pertambahanKecepatan;
System.out.println(”Kecepatan:” + kecepatan);

}

}

SepedaGunung.java adalah class yang mewarisi class Sepeda.java. dengan keyword extends kita dapat menggunakan method dan atribut yang ada pada class Sepeda.java

SepedaGunung.java

class SepedaGunung extends Sepeda {

//mendeklarasikan atribut

int setSadel;

//membuat method setSadel dan parameter nilaiSadel yang bertipe integer

public void setSadel(int nilaiSadel) {

setSadel = nilaiSadel;
System.out.println(“Tinggi Sadel:”+setSadel);

}

}

SepedaGunungBeraksi.java digunakan untuk mengeksekusi atau memanggil method yang ada pada class Sepeda.java dan class SepedaGunung.java

SepedaGunungBeraksi.java

class SepedaGunungBeraksi {

public static void main(String[] args) {

// Membuat object
SepedaGunung sepedaku = new sepedaGunung();

// Memanggil method dan memberikan nilai parameter pada masing-masing method diobject
sepedaku.tambahKecepatan(10);
sepedaku.ubahGir(2);
sepedaku.setSadel(20);

}

}

dengan cara yang sama, kita akan mengembangkan program java diatas. kita akan membuat class MobilBMW yang merupakan inherit dari class Mobillengkap dengan menambahkan beberapa method nontonTV() yang isinya menampilkan tulisan tv dihidupkan, tv mencari chanel, tv menampilkan gambar. buat class MobilBMWBeraksi yang memanggil method nontonTV(), hidupkanMobil(), matikanMobil(), dan ubahGigi().

jawab:

terlebih dahulu kita buat class Mobillengkap.java yang sebelumnya sudah kita buat di artikel sebelumnya:

class mobilLengkap{ //penulisan class harus sama dengan nama filenya

String warna ;
int tahunProduksi;

//membuat method printMobil
void printMobil(){

System.out.println(”warna:”+warna);
System.out.println(”Tahun:”+tahunProduksi);

}

//membuat method hidupkanMobil

void hidupkanMobil(){

System.out.println(”mobil sudah hidup”);

}

//membuat method matikanMobil

void matikanMobil(){

System.out.println(”mobil sudah mati”);

}

//membuat method jalankanMobil

void jalankanMobil(){

System.out.println(”mobil sudah berjalan”);

}

}

selanjutnya kita buat class MobilBMW.java yang mengextends atau mewarisi class MobilLengkap.java yang ditambahi dengan method nontonTV().

MobilBMW.java

class MobilBMW extends MobilLengkap{ /*perintah extends digunakan untuk mewarisi atribut dan method yang ada pada class mobilLengkap*/

//membuat method nontonTV()

public void nontonTV(){

System.out.println(”TV dihidupkan”);
System.out.println(”TV mencari Chanel”);
System.out.println(”TV menampilkan gambar”);

}

}

selanjutnya kita buat file MobilBMWBeraksi.java untuk memanggil method nontonTV(), hidupkanMobil(), matikanMobil(), dan ubahGir().

MobilBMWBeraksi.java

public class MobilBMWBeraksi{

public static void main(String[] args){

//membuat object
MobilBMW mobilku= new MobilBMW();

//memanggil method
mobilku.nontonTV();
mobilku.hidupkanMobil();
mobilku.matikanMobil();
mobilku.ubahGigi();

}

}

lat.polimorphism-overriding,lanjutan dr overload

Melanjutkan latihan polimorphism – overloading, sekarang kita akan melakukan latihan polimorphism – overriding. anda bisa membaca lagi ulasan polimorphism yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya.

overriding terjadi ketika deklarasi method subclass sama dengan method dari superclass.

sebagai contoh:

Sepeda.java (yang merupakan superclass)

class Sepeda{

//deklarasi atribut

int kecepatan = 0;
int gir = 0;

// membuat method ubahGir dengan parameter pertambahanGir bertipe integer
void ubahGir(int pertambahanGir) {

gir= gir+ pertambahanGir;
System.out.println(”Gir:” + gir);

}

//membuat method tambahKecepatan dengan parameter pertambahanKecepatan
void tambahKecepatan(int pertambahanKecepatan) {

kecepatan = kecepatan+ pertambahanKecepatan;
System.out.println(”Kecepatan:” + kecepatan);

}

}

selanjutnya kita buat class SepedaGunung yang meng-extends atau mewarisi class Sepeda. didalam class SepedaGunung terjadi overriding method dari class Sepeda. berikut source code class SepedaGunung.

SepedaGunung.java

class SepedaGunung extends Sepeda {

//deklarasi atribut atau variabel

int setSadel;

//overriding method ubahGir dari class Sepeda
void ubahGir(int pertambahanGir) {

gir= 2*(gir+ pertambahanGir );
System.out.println(”Gir:” + gir);

}

}

selanjutnya kita akan membuat class SepedaGunungBeraksi untuk memanggil method dan mengisi nilai parameter.

SepedaGunungBeraksi.java

class SepedaGunungBeraksi {

public static void main(String[] args) {

// Membuat object dari class SepedaGunung
SepedaGunung sepedaku = new sepedaGunung();

// Memanggil method dan mengisi nilai parameter
sepedaku.tambahKecepatan(10);
sepedaku.ubahGir(2);
sepedaku.setSadel(20);

}

}

lat. polimorphis-overloading

Dari posting sebelumnya tentang polimorphism, dimana Polimorphism bisa diartikan sebagai suatu object yang dapat memiliki berbagai bentuk, sebagai object dari classnya sendiri atau object dari superclassnya. polimorphism juga mempunyai 2 bentuk, yaitu; overloading dan overriding.

polimorphism – overloading adalah Penggunaan satu nama untuk beberapa method yang berbeda parameter.

sebagai contoh, kita analisis source code berikut:

class Lingkaran{

//membuat 3 method yang sama dengan berbeda parameter

public buatLingkaran(int diameter){

}

public buatLingkaran(int diameter, int x, int y){

}

public buatLingkaran(int diameter, int x, int y, int
warna, String namaLingkaran){

}

}

Selanjutnya kita akan mengembangkan class Metematika pada Matematika.java yang sudah kita buat sebelumnya di latihan message dan parameter.

class Matematika{

//mendeklarasikan beberapa variabel atau atribut yang ada

int hasilPertambahan=0;
int hasilPengurangan=0;
int hasilPerkalian=0;
int hasilPembagian=0;

//membuat method pertambahan dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer
void pertambahan(int a, int b){

hasilPertambahan= a + b;
System.out.println(”hasil pertambahan:”+hasilPertambahan);

}

//membuat method pengurangan dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer

void pengurangan(int a, int b){

hasilPengurangan= a – b;
System.out.println(”hasil pengurangan:”+hasilPengurangan);

}

//membuat method perkalian dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer

void perkalian(int a, int b){

hasilPerkalian= a * b;
System.out.println(”hasil perkalian:”+hasilPerkalian);

}

//membuat method pembagian dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer

void pembagian(int a, int b){

hasilPembagian=a / b;
System.out.println(”hasil pembagian:”+hasilPembagian);

}

}

dari class Metematika diatas, kita akan membuat overloading pada masing-masing method yang ada (pertambahan, pengurangan, perkalian, pembagian). Mehod baru adalah bertipe data double (pecahan) dan memiliki 3 parameter.

class Matematika{

//mendeklarasikan beberapa variabel atau atribut yang ada

int hasilPertambahan, hasilPengurangan, hasilPerkalian,hasilPembagian;
double hasilPertambahan1, hasilPengurangan1, hasilPerkalian1,hasilPembagian1;

//membuat method pertambahan dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer
void pertambahan(int a, int b){

hasilPertambahan= a + b;
System.out.println(”hasil pertambahan:”+hasilPertambahan);

}

//membuat method pengurangan dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer

void pengurangan(int a, int b){

hasilPengurangan= a – b;
System.out.println(”hasil pengurangan:”+hasilPengurangan);

}

//membuat method perkalian dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer

void perkalian(int a, int b){

hasilPerkalian= a * b;
System.out.println(”hasil perkalian:”+hasilPerkalian);

}

//membuat method pembagian dan mengisinya dengan parameter a dan b dengan tipe data integer

void pembagian(int a, int b){

hasilPembagian=a / b;
System.out.println(”hasil pembagian:”+hasilPembagian);

}

//membuat overloading dari method-method diatas

void pertambahan(double a, double b, double c){

hasilPertambahan1= a + b + c;
System.out.println(”hasil pertambahan overloading: ”+hasilPertambahan1);

}

void pengurangan(double a, double b, double c){

hasilPengurangan1= a – b – c;
System.out.println(”hasil pengurangan overloading: ”+hasilPengurangan1);

}

void perkalian(double a, double b, double c){

hasilPerkalian1= a * b * c;
System.out.println(”hasil perkalian overloading: ”+hasilPerkalian1);

}

void pembagian(double a, double b, double c){

hasilPembagian1= a / b / c;
System.out.println(”hasil pembagian overloading: ”+hasilPembagian1);

}

}

Selanjutnya kita uji class Matematika yang sudah kita kembangkan / tambahkan overloading dengan class MatematikaBeraksi. berikut source code MatematikaBeraksi.java

MatematikaBeraksi.java

public class MatematikaBeraksi{

public static void main(String[] args){

//membuat object
Matematika hitung=new Matematika();

//memanggil method dan memberi nilai pada parameter dari masing-masing method
hitung.pertambahan(20,20);
hitung.pengurangan(10,5);
hitung.perkalian(10,20);
hitung.pembagian(21,2);

//memanggil method overloading

hitung.pertambahan(12.5, 28.7, 14.2);
hitung.pengurangan(12.5, 28.7, 14.2);
hitung.perkalian(12.5, 28.7, 14.2);
hitung.pembagian(12.5, 28.7, 14.2);

}

}

Operator java

Operator adalah suatu simbol yang digunakan untuk operasi tertentu. JAVA mempunyai banyak jenis operator antara lain:

* Assignment
* Aritmatika
* Hubungan
* Logika
* Bitwise

Klasifikasi lain tentang Operator (berdasarkan jumlah operand):

* Operator Unary: Melibatkan satu operand. Contoh: -4.00
* Operator binary: Melibatkan dua operand. Contoh: 2 + 3
* Operator tertiary: Melibatkan tiga operand. Contoh: 23 ? SI : NOSI

operator

Operator yang mempunyai jenjang lebih kecil akan dikerjakan lebih dulu

contohnya:

Total=2+3*8;
/*Total=26

karena * mempunyai jenjang lebih dulu
yang dikerjakan 3*8 dulu baru kemudian ditambahkan dengan 2*/

Operator Assignment

operator-assignment

Operator Aritmatika

operator-aritmatika

Operator Hubungan

operator-hubungan

Operator Logika

operator-logika

Operator Bitwise

operator-bitwise

Operator Ternary

Biasa disebut dengan Operator Kondisi. Operator ini membutuhkan 3 argumen
Bentuk Umum:

? : ;
//Nilai_1 untuk nilai yang benar
//Nilai_2 untuk nilai yang salah

Contoh:

String Nilai = IPK < 2.00?”Payah”:”Bagus”;